Cara Memilih Layanan Database Google Cloud

Content Protection by DMCA.com

tsatupintu.my.id – Google Cloud Platform (GCP) menyediakan berbagai sumber daya komputasi, termasuk layanan  Database Google Cloud. GCP menyediakan tiga jenis arsitektur referensi untuk distribusi data global—hibrida, multi-cloud, dan distribusi regional. Saat memilih layanan database Google, Anda harus mempertimbangkan arsitektur ini.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan distribusi data di GCP dan memberikan ikhtisar tentang layanan database Database Google Cloud, termasuk pertimbangan utama saat mengevaluasi dan memilih layanan.

Cara Memilih Layanan Database Google Cloud

Cara memilih layanan database Google Cloud

Meskipun Anda telah menjelajahi opsi database di GCP, memutuskan opsi mana yang tepat untuk Anda masih menjadi tantangan. Saat mempertimbangkan pilihan Anda, ingatlah bahwa banyak organisasi membutuhkan dan dapat memperoleh manfaat dari penggunaan beberapa layanan. Ini memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan implementasi Anda berdasarkan kemampuan database daripada mencoba menyesuaikan layanan database untuk memenuhi semua kebutuhan.

Cloud SQL

Layanan Database Google Cloud SQL adalah pilihan yang baik saat Anda membutuhkan fungsionalitas database tetapi tidak memerlukan kapasitas penyimpanan lebih dari 10 TB atau lebih dari 4000 koneksi serentak. Anda juga harus mahir dalam manajemen penerapan internal.

Cloud Spanner

Cloud Spanner adalah pilihan yang baik saat Anda berencana menggunakan data dalam jumlah besar (lebih dari 10 TB) dan membutuhkan konsistensi transaksional. Ini juga bagus jika Anda ingin menggunakan sharding untuk throughput dan aksesibilitas yang lebih tinggi.

Jika Anda mengetahui atau berpikir bahwa pada akhirnya Anda mungkin harus dapat menskalakan database Google Cloud secara horizontal, Cloud Scanner adalah pilihan yang lebih baik daripada Cloud SQL. Jika Anda baru menggunakan Cloud SQL dan pada akhirnya perlu bermigrasi ke Cloud Spanner, bersiaplah untuk menulis ulang aplikasi Anda selain memigrasikan database.

Cloud Firestore/Penyimpanan Data

Ketika Anda berencana untuk fokus pada pengembangan aplikasi dan membutuhkan sinkronisasi real-time dan dukungan offline, Cloud Firestore atau Datastore adalah pilihan yang baik. Jika Anda perlu menyimpan data tidak terstruktur dalam dokumen JSON, sebaiknya gunakan Cloud Datastore. Ini dibandingkan dengan jika Anda perlu menyimpan data terstruktur, dalam hal ini Cloud Spanner direkomendasikan.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah apakah Anda memerlukan pemenuhan atomitas, konsistensi, isolasi, daya tahan (ACID). Jika demikian, sebaiknya Anda memilih Cloud Spanner, karena Cloud Datastore hanya menyediakan transaksi atomik dan persisten.

Cloud Bigtable

Jika Anda menggunakan banyak data satu kunci, Layanan Database Google Cloud Bigtable adalah pilihan yang baik. Sangat cocok untuk beban kerja dengan latensi rendah dan throughput tinggi. Jika analisis region tunggal diperlukan, Cloud Bigtable lebih populer daripada Cloud Spanner.

Namun, jika Anda memerlukan operasi multi-region, Cloud Spanner adalah solusi yang disarankan. Misalnya, untuk aplikasi deret waktu yang dibuat untuk pemantauan DevOps, Cloud Bigtable adalah pilihan yang baik. Pada saat yang sama, Cloud Spanner adalah opsi yang direkomendasikan untuk platform pemantauan infrastruktur yang dirancang untuk produk perangkat lunak sebagai layanan (SaaS).

Cloud Memorystore

Cloud Memorystore adalah pilihan yang baik. Jika Anda menggunakan kumpulan data nilai kunci, perhatian utama Anda adalah latensi transaksi. Jika Anda tidak membutuhkan persistensi data berbasis disk dan hanya menggunakan layanan untuk caching, maka Cloud Memorystore harus menjadi pilihan Anda.

Namun, jika Anda khawatir tentang konsistensi cache-ke-database atau masalah streaming, Anda harus memilih Cloud Bigtable. Demikian pula, ketika volume data Anda terlalu besar untuk masuk ke dalam memori, Cloud Memorystore bukanlah pilihan terbaik Anda.

error: Content is protected !!