Mengenal Apa Itu Google Kubernetes Engine, Komponen dan Keunggulannya

Content Protection by DMCA.com

Google adalah perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang manjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia dalam bidang jasa dan produk internet. Sejak didirikan tahun 1998 hingga kini pertumbuhannya sangat pesat. Telah banyak produk dan jasa di bidang internet yang dihasilkan Google sebagai terobosan teknologi modern. Salah satu produk Google yang akan kita bahas saat ini adalah Google Kubernetes Engine.

Google tidak hanya sebatas mesin pencari internet, tapi banyak bisnis lain di luar itu. Google Kubernetes Engine termasuk aplikasi cluster management yang perlu kita ketahui karena berhubungan dengan perkembangan teknologi saat ini. Mari kita bahas lebih lanjut tentang apa itu Google Kubernetes Engine.

1. Pengertian Google Kubernetes Engine

Google Kubernetes Engine merupakan aplikasi cluster manajemen open source yang berasal dari aplikasi internal yang dipakai Google untuk mengelola cluster mereka. Google Kubernetes Engine adalah senjata andalan Google untuk menaikkan peringkat Google di bidang cloud hosting. Aplikasi ini mengelola sekumpulan container yang ada di suatu cluster server yang disebut google container engine.

Google Container Engine merupakan environment yang menggunakan sumber daya, CPU dan sistem file untuk sebuah aplikasi. Sehingga, aplikasi tersebut memiliki sumber daya sendiri. Keuntungan dari aplikasi ini yaitu tidak mudah mengalami downtime.

Mengapa Google Kubernetes Engine penting? Aplikasi manajemen open source Google ini dapat melakukan penjadwalan aplikasi, peningkatan kapasitas container dan menjalankan container pada aplikasi mesin virtual dan fisik. Google Kubernetes Engine memberikan keuntungan berupa membantu membangun lingkungan pengembangan container-sentris.

Aplikasi ini menjadi teknologi baru yang membuat banyak aplikasi bisa dikemas dengan lebih efisien saat dijalankan kapan dan di mana saja. Sehingga, pengguna tidak perlu menginstal banyak server dan aplikasi karena dengan Google Kubernetes Engine semua aplikasi yang dibutuhkan telah dipasang di container.

Google Kubernetes Engine digunakan dalam membangun microservices. Google Kubernetes Engine membuat pengembangan sebuah aplikasi menjadi lebih cepat. Beberapa perusahaan yang menggunakan microservices dalam produknya adalah Netflix, Amazon dan Apple.

pngaaa.com 1458970

2. Google Kubernetes Engine Architecture

Google Kubernetes Engine Architecture

Untuk lebih memahami apa itu Google Kubernetes Engine, mari kita ketahui apa saja yang termasuk Google kubernetes engine architecture yaitu komponen yang ada pada aplikasi manajemen open source Google ini.

Berikut ini Google kubernetes engine architecture :

a. Control Plane

Dalam Google kubernetes engine architecture control plane bertanggung jawab melakukan serangkaian proses yaitu Kubernetes API server, scheduler dan core resource controllers. Control plane diatur oleh Google Kubernetes Engine berdasarkan cluster.

b. Cluster

Google kubernetes engine architecture  selanjutnya adalah cluster. Cluster merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari server fisik atau VPS untuk menjalankan Kubernetes. Ada dua jenis server yaitu master node dan worker node. Master node yaitu server yang terdiri dari kube-apiserver, kube-controller-manager dan kube-scheduler. Sedangkan, worked node yaitu semua server non master untuk menjalankan komponen kubelet dan kube proxy.

c. Node

Sebuah cluster bisa memiliki satu atau lebih node. Node merupakan mesin yang bekerja menjalankan aplikasi container. Sekelompok node dalam sebuah cluster yang sama disebut node pool dan memiliki konfigurasi yang sama.

d. Pod

Pod adalah objek terkecil dalam cluster Kubernetes yang ada pada node. Pod berisi satu atau lebih container kemudian menjalankan aplikasi yang diperlukan.

e. Service

Service adalah entitas atau objek dalam cluster untuk mengarahkan traffik ke Pod menggunakan Internet Protocol Address.

f. Volume

Volume merupakan bagian penting google container engine. Volume adalah objek yang berguna sebagai penyimpanan data suatu container. Letak volume ada di luar container.

g. Namespace

Name space merupakan objek yang memisahkan resource atau environment cluster agar tiap cluster project tidak saling terganggu.

h. Containers

Google Kubernetes Engine (GKE) dikenal juga dengan google container engine karena container salah satu komponen utama dalam GKE. Container sebagai pendekatan dalam virtualisasi sistem operasi yang berada di bawah SaaS (Software as a Service). Google container engine melakukan pendistribusian dan penjadwalan container di seluruh cluster secara dinamis dan efisien.

3. Getting Started with Google Kubernetes Engine

Google Kubernetes Engine Logo

Pada bagian getting started with google kubernetes engine ini kita akan membahas mengenai langkah-langkah dalam memulai dan cara menyiapkan Google Kubernetes Engine. Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam getting started with google kubernetes engine adalah memilih jenis penginstalan berdasarkan kebutuhan Anda.

Anda bisa memilih jenis penginstalan berdasarkan kemudahan pemeliharaan, keamanan kontrol, sumber daya tersedia dan keahlian yang diperlukan untuk mengontrol dan mengelola cluster. Tersedia pilihan instalasi berdasarkan sistem operasi komputer untuk Linux, MacOS atau Windows.

a. Learning Environment

Sebelum getting started with google kubernetes engine, Anda perlu mempelajari environment Kubernetes untuk menentukan alat yang didukung oleh Kubernetes community atau alat untuk menyiapkan cluster Kubernetes di mesin lokal.

b. Production Environment

Saat Anda mengevaluasi solusi untuk production environment Kubernetes, maka perlu mempertimbangkan aspek-aspek pengoperasian cluster Kubernetes yang ingin dikelola secara mandiri dan yang ingin diserahkan pada penyedia layanan. Clutser yang bisa Anda kelola secara mandiri dengan tools resmi dari Kubernetes adalah Kubeadm.

c. Instalasi

Selanjutnya, getting started with google kubernetes engine dengan menginstal Kubernetes di link ini https://kubernetes.io/releases/download.

4. Keungulan Google Kubernetes Engine

kubernetes

Google Kubernetes Engine memiliki fitur yang memudahkan pengguna dalam pengembangan aplikasi. Apa saja keunggulan Google Kubernetes Engine?

a. Service Discovery dan Load Balancing

Fitur ini untuk mengidentifikasi container dengan cara otomatis. Service Discovery digunakan dalam proses pembuatan aplikasi microservices. Dengan demikian, Kubernetes bisa lebih mudah mengidentifikasi service dari DNS atau IP Address-nya. Selain itu, fitur Load Balancing membantu manajemen trafik. Kubernetes dapat menjalankan aplikasi dengan lebih stabil walaupun terjadi trafik besar.

b. Storage Orchestration

Google Kubernetes Engine memudahkan Anda melakukan mount pada storage yang Anda pilih seperti media penyimpanan lokal berbasis cloud AWS (Amazon Web Services) dan lainnya.

c. Automated Rollouts and Rollbacks

Fitur ini penting untuk membantu Anda dalam hal deployment jika terjadi kendala Anda masih memiliki ReplicaSet dari versi sebelumnya dan dapat melakukan rollback.

d. Automatic Bin Packing

Fitur ini memungkinkan Anda mengatur CPU dan resource pada conteiner secara spesifik. Aplikasi akan terhindar dari perebutan resource dan penggunaan resource lebih hemat.

e. Secret and Configuration Management

Google Kubernetes Engine memungkinkan Anda menyimpan data rahasia seperti password, auth token hingga SSH keys dalam Kubernetes Secret, sehingga lebih aman.

Itulah beberapa hal terkait Google Kubernetes Engine yang perlu Anda ketahui. Google Kubernetes Engine bisa Anda gunakan sebagai platform untuk mengelola aplikasi project menggunakan sistem container yang lebih efektif dan efisien. Anda pun bisa mengembangkan aplikasi lebih mudah menggunakan fitur-fitur yang disediakan oleh Kubernetes.

Baca juga : Ini yang Anda Perlu Tahu Sebelum Menggunakan Google Anthos

error: Content is protected !!